Tokyo Trip [1] : Introducing

Ha, kore kore.. (ceritanya lagi ngatur kamera)

Ok, minna san.. gochui kudasai ne! (yah pokoknya liat gw deh *ini terjemahan bebas*)

IMG_5693

Nah, mungkin pada bertanya-tanya ini tentang apa sih? Well, this is about my (late and postponed) traveling story 1 year ago to Japan with my Mom and Ka Inu. Basically, I called my travel ‘medical shopping’ trip, consist of 10 percent to see some medical diagnose of mine (I talk later), and the rest is just having fun. :P

Meski begitu, selain untuk mengekspresikan kegilaan gw saat disana, gw sangat berharap tulisan ini bisa menjadi lebih daripada itu. Gw akan membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian : Transportations, Place & Shopping, Tokyo Disney’s Journey, Education & Medication, and the last, Cuisine. Jadi, setidaknya, ada hal-hal menarik yang mungkin bisa menambah wawasan kalian sehingga bisa ‘mengotori’ Jakarta dengan hal-hal tersebut. Atau mungkin menjadikan tulisan gw ini kayak traveling guide orang terkenal gitu… hahahahaha

_Amin

Oh ya, sebelum kegilaan ini dimulai semakin jauh, ada baiknya gw memperkenalkan kalian dulu dengan Tokyo Metro Subway Route Map. Tokyo Metro en001Bisa didownload pdf-nya disini, trus nanti cari aja yang Tokyo Subway Route Map (TSM) yang English.. Kenapa gw memaksa kalian pusing2 ngeliat ini rute? Karena biar gw kasih tahu tempat apa ada dimana sesuai dengan kode peta ini, jadi biar ngerasa beneran jalan2nya juga kan.. Hip Hip Hore!!! :D

 

TRANSPORTATION : Unlimited Integration

Kenapa hal pertama yang gw bahas adalah sistem tranportasi? Well, don’t u feel dizzy when u see this Tokyo Subway Map (TSM)? But it’s provide you to go anywhere possible ASAP. Therefore, to make you feel Amaze instead, I’ll guide u through reading this out. Oh, also I’ll talk about several thing related to this section too..

Ada dua perusahaan kereta di Tokyo, satu namanya Tokyo Metro yang icon-nya ijo daun yang biasanya untuk kereta bawah tanah; satu lagi Japan Railway (JR) yang kebanyakan ada dipermukaan dan kadang lebih mahal. Hebatnya, kedua perusahaan ini saling kerjasama, dan gak ada rute yang mirip-mirip sehingga bisa menjadi saingan ala angkot Indonesia. Buktinya, di TSM yang punya Metro rute JR juga ada, jadi sebagai pengunjung asing kita juga gak dibikin pusing. (Dibelakang brosur TSM, yang ada banyak di Eki/Stasiun, ada tempat yang terkenal dan berbagai informasi lainnya dalam berbagai bahasa inggris juga, jadi imposible bgt deh kesasar)

Selain itu, dari kereta juga gw rasakan implikasi betapa integritas transportasi dengan faktor-faktor lain. Let’s say, beberapa stasiun bisa punya pintu keluar yang tidak normal (dibanding jakarta yah), alih-alih jalanan, di Kita-Senju [ c18 ] ada pintu exit yang langsung nyambung sama mal, ato di luar kota Tsukuba, pintunya nyambung ke bawah tanah mal, atau gak keluar keatas stasiun busnya.. IMAGINE!!! isn’t that cool? and that show a really colaboration between gov departement. Bahkan, brosur Universitas Tsukuba yang gw dapat mencantumkan bagaimana caranya kesana dengan 4 jalan, plus harga dan waktunya.. Baik hati bgt gak sih namanya????

Selain itu, kalo ada yang penasaran ada berapa pintu keluar sih di Eki? Kalo di indonesia mungkin ‘bisa tak terbatas’ karena macam-macam hal, tapi disana, std nya sekitar 8-15 pintu.. Tapi di Eki-nya Shibuya [ s01 ] dengan lobby bawah tanahnya yang udah kayak mal *plus ada iklan Unicef nampilin anak ce bawa Buku Bahasa Indonesia tapi gak pake sepatu* pintu yang disediakan karena banyaknya manusia lalu lalang adalah, 45 pintu saja…

Terus, untuk harga tiket kereta, bervariasi dekat-jauh, mulai dari 130 yen sampe 350 yen kalo gak salah.. Tiket nya dibeli lewat mesin kayak ATM gitu, kalo bingung musti cc.pasmobayar yang mana, bayar aja dulu yang paling murah. Abis itu nanti kan ada mesin antriannya buat dimasukin *mestinya busway begini juga, mestinya* yang dobel fungsi untuk masuk-keluar. Selesai naik kereta, sebelum keluar dari mesin antrian, bakal ada mesin cek kekurangan kalo misalnya ternyata kurang, kalo lebih kagak balik. Tahunya kurang, kalo kita mesin antrian kita gak kebuka, berarti tiket kita masih kurang. Kalo gak mau repot, ada yang namanya PASMO, kartu digital pra-bayar, gak usah digesek tapi tinggal discan aja.. canggih yah.. 

Masih tentang tiket, untuk mendukung kegiatan turisme atau orang kerjaan seperti kami berdua, ada yang namanya 1-day ticket, *again, kenapa juga sih itu Foke gak bwt ini bwt Busway*. Jadi untuk satu hari mau bolak-balik muter-jungker-balik keliling sampe mabok satu tokyo, cukup bayar 700 Yen Saja, nah, ini yang sering gw manfaatkan.. hahahaha, tapi itu hanya untuk Metro aja, kalo tambah akses JR bisa 1000 Yen.. Pun, kalo misalnya nyampe NAA alias Narita, bisa beli 1-day Ticket hanya seharga 500 Yen, lebih murah.. Nah, integritas dengan Tourism juga gak tuh.. Yokoso Japan! Banzai!

Terakhir, yang menakjubkan dari orang Jepang dan kereta adalah bagaimana mereka udah nyatuuuuu bgt.. Berhubung internet di HP udah murah, sodara gw bisa membantu gw kapan harus berangkat dari rumah menuju Eki lewat jadwal Kereta yang ada di internet hp-nya.. Cool man!! Terus, di Kita-Ayase [ c20 ] dimana gw tinggal, hanya ada satu eskalator untuk naek (kalo sepi dipakai untuk turun) plus satu tangga biasa, dimana kalo semua turun paste rameh ajah.. Tapi justru mereka rapih.. B G T.. Kalo naik eskalator, kalo yang diam di sisi kiri, dan sisi kanan kosong untuk mereka yang buru-buru, itu gak di mal gak Eki, rapih semuanya, apalagi kalo nunggu masuk kereta, barisannya tuh dipinggir biar yang keluar bisa lancar. *alias lari cepat biar kereta berikutnya bisa dapat tempat duduk.. hahahaha.. Tapi biasanya sih kagak, karena di Stasiun udah ada banyak Jam digital yang GUEDE yang nampilin jadwal 2 kereta berikutnya. Pun, keretanya juga datang tepat waktu, berangkatnya juga tepat waktu… Standing Applause deh*

 

Next : “Place & Shopping : Mosque, Depato and Shop-a-holic”

Menghitung yang (mungkin) Gak Penting

Kalau umat islam sedang gundah gulana meratapi kehiduapan, silahkan sebutkan 99 nama milik-nya.. Insya Allah mendapat rahmat..

Jikalau seorang Gossip Girl naik pitam, kata-kata meditasi adalah Ouwh Maiy Ghat.. Relax : Gucci, Channel, Bvlgari,LV, and Sarah Jessica Parker is My God…

Apabila seorang mahasiswa kehabisan pulsa GSM, silahkan cari ke 10 lainnya, atau 7 CDMA lainnya..
[gak percaya? TELKOMSEL - Halo, Simpati, As ; INDOSAT - Matrix, IM3, Mentari, Star One ; XL - Xplor, Bebas, Jempol ; NTS - Axis, ; HUTCHITSON- 3 ; BAKRIE- Esia ; TELKOM - Flexi ; Ceria ; Mobile8 - Fren, Hepi ; SinarMas - Smart]

Andaikata suatu saat seorang bijak bingung mau bukaFriendster – Facebook – Myspace or simply just xxx.. One can thing first “with what browser?” and simply count like this..
Internet Explorer 1 – 8
Opera 1 – 9.5
FireFox 1 – 3.05
Safari 1 – 3
*dan yang baru..* Google Chrome (oh, and that forget to count the Beta..)

Pun juga ketika putih abu-abu bingung mau masuk mana.. Tenang, masuk UI aja.. gampang kok ada 7 program.. dari PMDK – Reguler – Non Reguler hingga Ekstensi.. *3 lagi apa yah? tapi kalo buat jurusan psikologi itu asik lho (hahahahah promosi..)*

The Great Grad

Hari Jumat dan Sabtu ini, Depok dilanda macet yang jarang-jarang Depok kena kutukan Jakarta *uhuk, macet trus, uhuk*. Di beberapa tempat pun tertulis UI ditutup sementara untuk umum (meski gw gak ngerti apa yang ditutup, karena toh apabila gw bukan anak UI pun sepertinya bisa masuk..) Mobil-mobil dengan aneka bentuk dan Maba ber-JaKun pun mengumpul di Balairung.. Inilah masa-masa mengharukan, masa dimana saatnya keluar dari UI, masa akhirnya bukan ABG lagi (hee?), inilah saatnya Maba menunjukkan giginya setelah di latih Pak Dibyo berminggu-minggu.. Inilah Wisuda..

Dua hari ini pula gw makin menyibukkan diri di kampus *hmm, PSAF, workshop, teater, komplit deh 7 hari bolak2 Depok* menjadi Protokoler Wisuda Fakultas Psikologi UI.. *Sebetulnya gw mendaftar karena ada mimpi jadi Protokoler Istana Negara tapi belum/gak kesampean* Tapi selain berhasil membuat kaki pegel, ternyata ada insight yang bisa diambil..

1. Predikat Cum-lau-de itu minimal hanya 3.51 kok..

Salah satu tugas protokoler adalah mengarahkan para orang tua murid untuk duduk bebas dengan embel-embel ‘tapi..’. Jelasnya, ada tempat duduk untuk dosen, ke-13 orang tua yang cumlaude, serta bangku bebas. Beberapa orang tua, cukup menyebalkan (pas ngeliat siapa orang tua siapa, langsung Oh.. pantes, sama2 nyebelin.. hehehe) Tapi karena harus berhati2 dengan perasaan orang tua, mengarahkan yang memang Cumlaude, jadi aneh kalo cuma : “maaf, ibu, anak anda Cumlaude?”

Lepas dari itu, gw sempat membincangkan wacana ini sama Fitri. Gw bilang, “kok Kayaknya jadi cumlaude itu gampang yah?” pembicaraan bergenre fantasi ini berdasarkan pengamatan bahwa hanya beberapa (dari 13 orang juga) yang 3.8an, banyak (yah 7/13 kali) yang dibawah 3.6 IPK-nya. Akan tetapi, naikkin IP 0.03 aja susahnya minta ampun, apalagi mau mengharapkan orang tua gw bakal duduk di kursi special itu.. Jadi pesannya adalah mari belajar sedikit lebih giat, kan Cumlaude cuma 3.51.. (Amien ya Allah..)

2. Sampoerna itoe penoeh kerdja keras saoedara! Makanya, Bangkit!!!

Selain nonton (dan mendapat insight dari gossip di balik layarnya..) wisuda-an psiko, gw mendapat insight juga dari wisuda hukum. Tosan yang gw temui di Stasiun jam 10 malam, juga lagi terkagum-kagum setelah melihat abang-abangnya yang lulus.. Ketua BEM yang baru saja lengser telah lulus hari itu, dengan nilai cumlaude, tertinggi kalo gak salah, dan kayaknya makin sempurna aja, mengingat dulunya SMAN 8, tajir juga, gak lupa ganteng, dan pacarnya yang juga cantik cumlaude beda tipis sama dirinya.. Ckckckck.. gila yah..

Selain yang ada-yah-orang-kayak-gitu itu, perjalan naek kereta mogok (jadinya makin puas ngobrolnya) ditambah temen2nya si Tosan… Sebagai contoh, dia menyebutkan Sang Oralis yang ada di calendar UI.. Gw lupa namanya sapa, tapi kayaknya mungil gitu, pake kerudung, tahun 2003, baru lulus juga, 5 tahun bukan karena bego tapi karena terlalu sering ikut2an lomba.. Tapi tetep aja gitu, dia masih IPK 3 koma, plus jadi terbaik di dunia dengan kehadirannya di Kalendar UI, gimana gak langsung dapat kerja gitu yah? Tapi yang buat kagum adalah betapa latihannya udah bukan setengah hidup lagi, setelah selesai kuliah jam 3 sore, dilanjut lagi sampe jam 3 pagi buat latihan debatnya (dan gw gak tahu ini detailnya gimana, lebay kah untuk Juara Dunia? Yang pasti tambahannya she’s practice in English for sure, a law-specific one..)

Kalo manusia2 diatas kayaknya terlalu jauh tuk digapai, mari kita ambil contoh laen. Entah gw bego atau kuper atau gimana, gw lambat menyadari bahwa setidaknya 5 perempuan teman gw itu cukup eksis untuk menjadi sebuah finalis kontes macam2.. Ada Putri jadi Wajah Femina, ada Fitri dan Nindia yang Remaja Ceria, Ditty jadi Miss Earth, trus ada si Ijah jadi Mpok depok.. Pas ngomongin Abnon pun, gw baru tahu bahwa temannya si Tosan pun, angkatan sama kayak gw sudah menjadi Abang, juara satu nya Timur, wah dunia kecil..

inti gak jelasnya adalah, semua orang memulai sesuatu yang baru dan lebih baik setiap harinya, dan memang itu tidak mudah tapi itu berharga.. Dan feedback buat diri sendiri adalah untuk bisa memotivasi lebih baik atau apa namanya dalam berprestasi.. Inti lebih gak jelasnya: Kapan yah jadinya ikut Abnon? Hehehehe *sama Tosan, Tegar, Afi.. y ampun saingannya udah banyak amat sih..*

Nyoba Tes dari FB

judulnya sudah menjelaskan kan? soalnya tadi gw udah buat langsung dari WP nya kok gak masuk di FB gw.. aneh aneh aneh…

xx0808 : kilasan

170805 : Indonesia merdeka dgn waktu tahun Jepang… baca buku sejarah deh.. atau liat tuh proklamasi di 100ribuan

xx0897 : alhamdullillah kakek gw membawa keluarga besarnya ke Tokyo.. It’s Fun and Unforgattable.. hmm, gak juga sih, itu pas 3 SD jadinya gampang lupa..  Lagian, rasa FUN nya berubah ketika sehari nyampe Jakarta gw langsung dibangunin sama nyokap gw, Mil, bangun, mau disunat…” dan dalam diam, gw diculik menuju entah dimana..

170804 : Transedensi gw. Setelah berbulan-bulan di PPI JT, akhirnya baju putih-putih itu bisa indah, dan mengharukan.. apalagi di bawah sang Dwiwarna yang sama, gw menghilang sejenak hanya untuk dapat itu Jaket Abu-abu ajaib yang mana yang lain justru kotor dan kumel dilengkapi muka sedih dan haru; gw malah cengengesan nerima jabatan Sekretaris Satu. Dan dimulai hari-hari paling membanggakan seumur hidup.. (so far..)

170805 : Setelah nginep dan saling feedback setahun ini malam harinya, pagi ini adalah pertama kali gw ikut Lari Lintas Juang.. Sungguh agak post-power syndrom mungkin, tapi efek abis lari 17 pas hari H nya apalagi diiringi emosi kehilangan : BT dan capek gak jelas…

xx0806 : Lulus SPMB!!!!! Psikoloooogi, Psikolooooogi, Cerewerewerpompom…

170808 : Niscaya besok pagi, ade gw bakal merasakan itu lari 17 kilo++ dari Kalibata, dan smoga jadi masa transedensi yang bagus (apalagi kalo tahun dpn jadi OSIS). Besok pagi juga, Pasukan paskib cabutan yang bakal jadi gak-cabutan dimana telah diliatin doang sama gw selama 2 minggu ini akhinya tampil juga.. Di waktu yang sama, jam 1 nya gw musti pake tuh jakun untuk bertemu MaBa entah sampe jam berapa, yang ini membuat gw panik. Kenapa begini? Karena jam5 gw musti ada di T-box Wijaya untuk Reuni DIVERDO plus peduli Labschool kebakaran dgn harga Rp 150.000…

Kilasan Selesai…

Sorry, ur not in

Let’s assume you know a legacy of time called Calendar, and live on the Earth with all the prosperity and the unfortunates. Therefore, it’s Olympic time.. What you don’t know what’s that? OMG, are u living in time before Zeus born? Look, even I just got telepathic message that claimed from Crypton Planet which was 3 million speedyear away *please don’t make this a reference* and it’s says he love the red Huan-huan, even he doesn’t know how to read it properly… So how come you don’t know? The magical Fengshui and Hongsui of triple 8… But, nah, it ring my head too, I don’t  even registered in that Iron Bird Nest…

Jump to other subject, today our Education Manager finally came clear about the “Peminatan” thing. And of course there’s a lot of funny name *can I acclaimed myself for the maker of this?* like PiSos, SoKlin, PiBang and such others… But sure somewhat this thing is fit to me, but the Abnormal class in the fairly morning of Monday… *nooooooo, i must confront the almost-not vicious sitter of Patas 84 again?* And for now just waiting for the real midnight war of SIAK-NG in 10th, and that Sexual Behaviour, along with the Psychology Architecture.

And in the happiness of feel being accepted in some way i’m going home;  the not –being-accepted felling is refers to unapproved to be CML-OMB facilitator, for a honest, money and experience is important! When I’m home, I open the web, and see the long waiting TOKOLG for the trial T610 announcement, which turn to be disappointing too. There none of my name or my email; again it’s like “sorry, ur not in”

But there’s another thing that make me feel that way, but much more bigger… I can’t say what’s it… Even personally, the info struck me make me feel very tentative… Furthermore, what I can say about this is just : “when decades has came, I’m sorry for everyone begin from this moment for my choice not to spread it out to you all”… Actually this is my very “Sorry, ur not in” for today, with additional info that this just my very subjective side of the conversation I got…

Once again, Sorry?

Oh… Labschoolku

Jadi, kayaknya hari ini udah jadi cukup berita nasional, dari sabang sampai marauke, kalo ada kebakaran di Labschool (yah, temennya UNJ, tapi kan korbannya Labschool..). Gimana enggak, sekolah tercinta gw ini, kayaknya famous banget, entah karena prestasi kami *hah, kami? sapa aja nih?* para siswanya, atau “prestasi” *kelakuannya mungkin*  siswa dan alumninya, atau juga “prestasi” *blink-blink?* orang tuanya.. Yah, gimana kalo ambil jalan tengah tiga-tiganya..

Trus, kalo masih gak tahu apa yang terjadi, silahkan beli Kompas hari ini, atau liat detik aja..  :)

Padahal, kemarin jam 11 gw lewat situ, masih sepi aja, masih ada mobil-mobil diparkir.. Dan ketika akhirnya gw hadri jam 5, banyak sampah dimana-mana.. Sungguh beda banget dengan Labschool yang biasa gw liat (oh, yah, dulu sih, gak ada LCD dan PC di setiap kelas, Loker besi Krisbow di depan kelas..) Dan itu lantai 3 bukannya tak bisa dipakai lagi, malah udah ilang tak berbekas.. ckckck

Tapi, meski ini musibah tak sengaja dan jelas siapa yang mungkin bakal membayar Rp 1M, sungguh keren kecintaan warga Labschool, dalam menanggapi hal ini. Dari anak-anak Tk ditemanin ibunya, plus mboknya, anak SD-SMP-SMA *yang ini kayaknya antara seneng ada kebakaran jadinya libur tambahan, sama bingung bakal sekolah dimana..* dan juga alumni kayak gw yang datang kemarin.. Dan tidak lupa, persatuan orang tua murid dan guru (POMG) yang duduk dengan gambaran afeksi tak tergambarkan di saung..

Pertanyaannya, akankah Labschool Jakarta (yes, not Labschool Kebayoran which is burn down) menjadi lebih . . . . . .  (apa yah.. Keren?)